Header Ads

test

Ulayat Bangun Dialog Untuk Selamatkan DAS

Sebagai bentuk Tindak lanjut Menghadapi persoalan yang terjadi terhadap pengelolaan Sungai DAS Air Bengkulu, Ulayat Mengadakan kembali kegiatan BTV Forum di Hotel Rio Asri tanggal 26 Juni 2007 Pukul 14.00 dengan menghadirkan beberapa Narasumber yang memang berhubungan langsung terhadap persoalan tersebuat. Dalam Dialog ini hadir yaitu Direktur PDAM (Elanda), Kabag Pengawasan dan Pelayanan BAPEDALDA Ibu Norma, dan Deputi Walhi Daerah Bengkulu Saudara Supintri Yohar.


Berdasarkan catatan kami dalam diskusi BTV Forum ini dapat disimpulkan beberapa hal pening dari beberapa narasumber yaitu :

Manurut Pernyataan Direktur PDAM (Elanda)

Pada Tahun 1929 PDAM di kota Bengkulu itu sudah ada. Pada saat itu Alat yang digunakan untuk pengolahan air itu masih berfungsi dengan baik dalam kurun waktu 100 tahun kedepan. Akan tetapi seiring dengan berjalanan waktu keadaannya semakin parah. Hal ini dikarenakan kurang nya kesadaran dari berbagai pihak untuk menjaga.

Yang jadi persoalan saat ini adalah kualitas air yang semakin lama semakin tidak layak konsumsi. Menurut peraturan MENKES tahun 2007 tingkat kekeruhan air tidak boleh lebih dari 5 NTU. Akan tetapi kenyataannya Sumber air PDAM Surabaya Bengkulu sudah melebihi ambang batas. Saat ini sudah mencapai 1500 NTU. dimana kekeruhan ini diakibatkan oleh limbah dari pengolahan Batu Bara dan pabrik karet. Padahal di kota Bengkulu ini pelanggan yang ada di PDAM tersebut saat ini mencapai 4.000 jiwa dimana sudah mencapai 40% dari total penduduk yang ada di Kota Bengkulu.

Menurut Bapedalda (Norma)

BAPEDALDA sudah melakukan evaluasi dan monitoring untuk mengatasi persoalan tersebut. Diantaranya memberikan surat Peringatan kepada perusahaan yang telah melakukan pencemaran di sungai baik di hulu maupun di hilir dan memberikan instruksi untuk melakukan pengelolaan limbah sebagai mana diatur dalam AMDAL dan membangun bak pembuangan limbah, teguran ini menurutnya sudah pernah dilakukan terhadapdua perusahaan di wilayah ini diantaranya PT Batang Hari dan PT BAM. Akan tetapi pada kenyataannya mereka tidak memperhatikan itu. Yang jelas BAPEDALDA akan meng-koordinasikan persoalan ini dengan semua pihak baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi.

Sedangkan Supintri Deputi Walhi Daerah Bengkulu….

Supintri Yohar Deputy Walhi Daerah Bengkulu mengatakan, Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting oleh karena itu perlu dikelola dengan baik. menurut Supintri Ketika Air itu sedikit akan menjadi masalah bagi petani dan masyarakat umumnya, begitupun ketika Air ini berlebih maka akan terjadi bencana diantaranya banjir. Menurut walhi belakangan ini sudah banyak Instansi yang berbicara masalah pencemaran Oleh karena itu terkait dengan SDA tentu saja sangat diperlukan melibatkan multi pihak baik ditingkat kabupaten maupun propinsi dalam pengelolaannya.

Walhi Bengkulu melihat persoalan ini diperlukan sesegera mungkin dilakukan penyelesaiaan danmencari altenatif-altenatif penyelesaiannya. Walhi secara kelembagaan dan Organisasi Lingkungan tentu saja sudah melakukan berbagai upaya terutama dalam bentuk kampanye Lingkungan sebagai salah satu proses penyadaran kepada masyarakat dan mendorong kepada semua pihak untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut pengelolaan sumberdaya alan dan DAS tersebut.

Sedangkan PDAM Bengkulu dalamkesempatan yang sama mengatakan, Untuk mengatasi persoalan pencemaran air ini harus diatasi dengan alat yang sudah ada. Akan tetapi ini pun tidak berhasil. Kami pernah melakukan Investigasi pada salah-satu Pabrik pengolahan karet di Bengkulu. Saat itu bekerja sama dengan BAPEDALDA provinsi Bengkulu, PDAM mencoba untuk mengamati secara langsung kondisi dilapangan, ternyata limbah dari pabrik karet yang bau dan kotor ini oleh pihak perusahaan langsung di buang kesungai tanpa dilakukan penyaringan terlebih dahulu. Jelas ini sangat membahayakan karena kandungan zat kimia yang ada di dalamnya. dan untuk mengentaskan persoalan ini butuh biaya yang tidak sedikit. Sampai-sampai pernah kami coba untuk membawa gumpalan dari limbah batu bara yang ada disungai untuk saya perlihatkan ke orang-orang provinsi tapi ternyata ini tidak begitu diperdulikan. Yang pasti karena sungai tercemar maka tidak layak lagi untuk konsumsi. Karena ada sekitar 4.000 orang yang mengkonsumsi air tersebut. apalagi dengan kadar yang sangat tinggi dan sudah melebihi peraturan yang ditentukan.

Bappedalda Provinsi Bengkulu, Dari ke semua perusahaan baik tambang batu bara, pablik pengolahan karet yang ada di Bengkulu kami sudah melakukan sosialisai. misalnya ke PT BAM, PT Batang hari dan yang lainnya dan sampai sekarang masih kami monitoring sebagai salah satu kewajiban kami untuk melakukan monitoring dan evaluasi. maka kami berharap dari semua elemen masyarakat pun harus bisa ikut membantu dalam persoalan ini. Kemarin saya sudah menanam buah-buah durian yang ada disekitar titik mata air yang ada di aliran sungai musi. bekerjasama dengan pemerintah pusat dan telah diliput oleh beberapa media. Nah untuk di Bengkulu hilir dan hulu pun tatkala mata air nya sudah kita temukan kami pun akan melakukan hal yang sama dengan menanam pohon-pohon yang bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan bisa mencegah untuk terjadinya erosi.

Info Lengkap di www.ulayat.or.id

No comments:

Powered by Blogger.